Valentine Day, Kadis PUPR Manado diduga hadiahi bogem ke wajah kontraktor

Manado – Valentine day atau biasa disebut hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari menjadi hari sial bagi Alfonsus Sutedja (37) warga Pakowa Kecamatan Wanea.

Bertepatan di hari valentin, Kamis kemarin, bukannya cokelat yang diterima Alfonsus saat bertandang di Kantor Dinas PUPR Manado yang bertempat di Kelurahan Tingkulu, seputaran Ring Road. Ia malah menerima pukulan yang diduga dilakukan oleh oknum Kadis berinisial RM.

Diceritakan Alfonsus, saat itu ia mendatangi kantor Dinas PUPR untuk menjumpai Kadis PUPR, terkait haknya sebagai kontraktor yang belum dibayarkan.

“Saya datang untung mencari kejelasan soal penagihan saya yang sudah selesai saya kerjakan sejak akhir Desember 2018. Laporannya sudah masuk tanggal 28, tapi hingga 31 Desember belum dicairkan hingga sekarang,” kata Alfonsus.

Lanjut dia, ketika berada di tempat kejadian Alfonsus bertemu dengan ajudan Kadis dan bercakap-cakap soal tujuannya bertandang di kantor itu.

“Setelah itu, ajudan yang saya kenal itu masuk ke ruang Kadis. Kemudian Kadis keluar dan langsung bertanya kepada saya dengan suara keras. Beking apa ngana disini? Belum saya menjawab, dia langsung memukul ke arah wajah saya sebanyak 3 kali,” tutur Alfonsus mengulangi pertanyaan Kadis.

Setelah kejadian itu, Alfonsus langsung mendatangi Polres Manado untuk melaporkan peristiwa yang menimpanya itu.

“Sebagai warga Manado saya sangat menyesalkan kenapa ada oknum ASN yang memiliki sikap seperti itu. Sudah 8 tahun saya bermitra dengan Pemkot. Ini mempermalukan pak Walikota yang pada setiap kesempatan mengajak supaya torang semua baku bae, baku sayang dan baku bantu. Saya berharap pihak kepolisian dapat memproses laporan ini supaya memberikam efek jera,” ujarnya.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan tersebut dengan dibuktikan surat nomor: STPLP/267/II/2019/SULUT/RESTA MDO tertanggal 14 Februari 2019.

“Benar, sudah diproses oleh penyidik kami. Tunggu saja laporan perkembangannya,” tukas Bawensel.

Sebelum berita ini dipublis ke publik, Kadis RM belum memberikan klarifikasi terkait pengakuan Alfonsus. Ketika dihubungi sejumlah awak media melalui via telepon, Kadis tak meresponnya. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.