Pricylia Rondo Melejit karena Modal Sosial

MANADO-Berlatar dari dorongan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), untuk bisa menyuarakan suara rakyat Sulut di pusat, maka  Pricylia Elviera Rondo, SS maju melalui Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI). Sebagai calon anggota DPD-RI untuk duduk di Senayan, disadarinya sebagai satu amanah yang dibebankan warga Sulut kepadanya, untuk bisa masuk menjadi anggota DPD RI.

Ia siap mengemban amanah itu bila kelak dipercayakan kepadanya. Topangan sang suami, Mindo Sianipar yang saat ini duduk di DPR RI juga menambah semangatnya.

“Suami sangat menopang. Saya juga bersyukur karena ditempa di keluarga yang aktif dalam pelayanan. Saya ingin seperti kakek dan ayah yang tak jemu berkarya untuk orang banyak,” katanya.

Pricylia benar. Sejak kecil, ia sering diajar dan diajak sang kakek, Pdt. Andreas Thomas Rondo, yang juga sebagai tokoh Germita (Gereja Masehi Injili Talaud) dan juga pelopor BKSUA. Sang kakek, Pdt. Andreas Thomas Rondo, kala itu merupakan Ketua Sinode Germita (Gereja Masehi Injili Talaud) dan sekaligus sebagai pelopor pendirian Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSUA) Sulut, di Tahun 70-an. Lembaga yang dibentuk itu, banyak berperan mendorong kerukunan di lintas agama dan etnis yang ada di Sulut. Lembaga tersebut.

Pdt. Dr. Arnold Abbast, M.Th, mengatakan, dengan adanya BKSUA membuat membuat tatanan budaya kebersamaan BOHUSAMI (Bolaang Mongondow, Huluntalo, Sangihe/Nusa Utara dan Minahasa). “Pdt. Andreas Thomas Rondo, merupakan figur sederhana yang banyak berbuat di Sulut, diantaranya di bidang kerohanian serta keorganisasian di Sulawesi Utara,” ungkap Abbast. (20/1)

Sebagai keluarga yang mempunyai religi kuat, dan berpegang di rana kebersamaan, dilanjutkan oleh sang ayah Pricylia yakni, Pdt. Kelly H. Rondo, M.Th yang pernah menyandang Ketua Sinode GMIM di tahun 90-an.

Pengamat politik Sulut Rimata Narande mengatakan, modal sosial (social capital) seorang figure public tentunya sangat menentukan sukses tidaknya melenggang ke tujuan.

”Dibesarkan oleh keluarga pelayan Tuhan, maka Pricylia Rondo, tentunya banyak menuai dukungan selain dari organisasi religi, terlebih dari warga BOHUSAMI yang menetap di Sulut,” ungkap Narande.

Rimata mengatakan, masyarakat Sulut selama ini mempunyai kebanggan tersendiri atas  eksistensi sebagai daerah cinta damai. “Kita mesti memberi apresiasi tersendiri terhadap peran historis Alm. Pdt. Andreas Thomas Rondo dalam membangun kerukunan di Sulut. Adalah wajar apresiasi dimaksud antara lain disalurkan secara simpatik oleh cucunya Prycilia Rondo,”tutur Rimata. (aji/ymn)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.