Sekda Jimmy Kuhu Resmi Buka Festival Buah dan Budaya

MINUT, GOLDENNEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam hal ini Sekertaris Daerah (Sekda) Ir Jimmy Kuhu MA, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Festival Buah, Seni dan Budaya di Desa Batu Kecamatan Likupang Selatan, Sabtu (23/2/2019).

Mewakili Bupati Vonnie Anneke Panambunan STh, Ir Jimmy Kuhu MA saat membawakan sambutan menyampaikan, dirinya ditugaskan bupati untuk menghadiri undangan dalam rakaian kegiatan Festival Buah dan Seni Budaya di Desa Batu.

Dikatakan Kuhu, Desa Batu merupakan desa kawasan agro buah yang berada di dua desa yaitu Desa Werot.

“Kita bersyukur bahwa, karena juga masyarakat yang sudah memberi, pada pemerintah agar supaya bisa dijadikan kawasan agro wisata. Kalau tidak salah, bantuan dari pemerintah Kementrian Desa dan PDTT sekitar Rp 1,4 miliyar. Luar biasa perhatian pemerintah pusat terhadap Desa Batu Likupang Selatan, sehingga kita bisa melihat hasilnya. Mudah-mudahan ini bisa berjalan, berkesinambungan,” terang Kuhu.

Lanjut Kuhu,”Kita ketahui bahwa, Festival buah seni dan budaya ini, kita tingkatkan. Dari ibu Bupati selalu tekan, biarlah kearifan lokal ini kita angkat, tiap tahun kita laksanakan. Bukan hanya tingkan Kecamatan Likupang Selatan, mungkin se Kabupaten Minahasa Utara,” pungkasnya.

Kuhu menambahkan, secara umum Kabupaten Minahasa Utara ini, selain penghasilan perkebunan dan pertanian, juga penghasil buah.

“Oleh sebab itu kita bersyukur kepada Tuhan bahwa, Minahasa Utara ini merupakan daerah penghasil buah-buah dan merupakan Kabupaten diantara dua kota, yaitu Kota Manado dan Kota Bitung. Dan kita ketahui bahwa untuk perkembangan pembangunan, itu sekarang menuju di Minahasa Utara,” tambah Kuhu.

Diketahui bersama bahwa Kabupaten Minahasa Utara ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang melintasi mulai dari Bandara Samratulangi, Talawaan, Tatelu, Wasian, sampai ke Likupang raya.

“Mudah-mudahan ini berjalan lancar, sehingga pertumbuhan ekonomi dari Minahasa Utara paling tinggi di Sulawesi Utara. Oleh sebab itu kami berharap kepada masyarakat, mari kita sama-sama mendukung program pemerintah, karena moto Minahasa Utara adalah mengasihi dan melayani, dan visi kita adalah agri bisnis, industri. Tempat ini merupakan tempat melewati turis-turis dari Cina, jadi kita harus jaga keamanan, kebersihan,” tutupnya.

Sementara itu, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Kasub Sri Estiningsih SE mengatakan pembangunan yang ada di Desa Batu ini merupakan bantuan dari Kementrian Desa dan PDTT.

“Pembangunan ini kami tetap ikuti terus. Ini adalah bantuan yang luar biasa dikelola Bumdesma yang belum diresmikan, tetapi telah aktif ada beberapa acara disini. Perkembangan ini kami sampaikan kepada ibu dirjen, dan beliau apresiasi sekali. Ternyata di Desa Batu ini, dengan kepemimpinan Bupati dan jajarannya, kok ini bisa berjalan dibandingkan dengan bantuan kami dilain daerah. Kami bahagia, tenyata bantuan Kemendes yang membangun, ini istilah kami pembangunan wisata terpadu diapresiasi masyarakat dan masyarakat menerimanya dengan sangat antusias dan ini berjalan dengan luar biasa,” kata Estiningsih.

Estingsih berharap kedepannya nanti, Bupati Kabupaten Minahasa Utara dapat meneruskan kembali, agar dapat di tahun-tahun berikutnya, karena mereka tidak tahu keperluan apa lagi yang diharapkan Kabupaten Minahasa Utara.

“Karena kami, jika tidak ada yang minta, tidak akan ada turun. Jadi, barangkali Minahasa Utara dengan simulan ini, bisa mengembangkan lagi. Kami berharap bantusn pariwisata terpadu ini, dikawasan dua desa ini, menjadi penggagas untuk bekrembangnya pariwisata di desa Batu khususnya Kabupaten Minahasa Utara. Dan tadi, dapat salam dari ibu dirjen buat masyarakat desa Batu dan tokoh-tokohnya, semoga bantuan kami ini dapat bermanfaat,” tutup Estiningsih.

Selain itu, Hukum Tua Desa Batu Jerry Sampelan mengucapkan banyak terima kasih kepada perwakilan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bupati Minahasa Utara yang diwakili Sekda dan para pejabat tamu undangan yang sudah hadir dalam pembukaan Festival Buah, Seni dan Budaya.

“Acara ini bisa terselenggarakan dengan baik, dan kami akan melaksanakan acara ini sampai hari senin, dan ada beberapa atraksi yang akan kami adakan dan dimohon kehadirannya bapak ibu di hari senin,” ucap Sampelan.

Kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Sampelan memohon bantuan untuk adanya pemasangan aliran listrik dikawasan wiasata tersebut.

“Kami telah mengajukan permohonan propasal kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk jalur kawasan ini atau yang menghubungkan desa Batu dan Sarawet, dimohon dipasang tiang listrik karena disini masih pakai genset dan dimohon agar bisa membantu untuk kelancaran tugu kawasan yang kita saksikan pada hari ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sampelan juga mengatakan “Dengan adanya festival Buah dan Budaya ini juga sebagai salah satu bentuk menjaga kelestarian budaya salah satunya Tari Maengket dan alat musik Bia yang selarang sudah mulai hilang seiring perkembangan jaman yang semakin canggih atau dikenal dengan sebutan Era Milenial,” Pungkas Sampelan kepada media.

Dalam acara pembukaan Festival Buah dan Budaya Desa Batu ini juga menampilkan berbagai tarian dan kesenian Khas Minahasa seperti sajian Alat musik Bia, Tari Maengket, Masamper, empat kuayer dan berbagai penampilan lainnya yang dipersembahkan oleh masyarakat Desa batu dan beberapa desa lainnya yang ada di Kecamatan Likupang Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan Festival Buah, Seni dan Budaya tersebut antara lain, mewakili Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sri Estiningsih SE, Sekda Minut Ir Jimmy Kuhu MA, Kadis Kebudayaan Propinsi Sulut Ferry Sangian, Kadis Dinsos dan PMD Bobby Nayoan SH, Kadis Pariwisata dr Sandra Roti, Waaster Dam XIII/Mdk Letkol Inf Juberth Nixon Purnama STh, Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto, Ketua Panitia, insan pers dan warga masyarakata Desa Batu dan sekitarnya.

(FDS)

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.