Ini Langkah yang Dilakukan Rutan Manado untuk Cegah Penularan TBC

MANADO-Rumah Tahanan Negara Klas  IIA Manado dalam memperingati Hari Tubercolosis (TB) sedunia yang jatuh pada 24 Maret mendatang melaksanakan  sejumlah langkah antisipasi dan pencegahan agar penyakit  berbahaya tersebut bisa diminimalisir gangguannya dalam Rutan. Lewat kerjasama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan  dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado dengan melakukan skrining kepada para pengunjung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama tiga hari, 18-20 Maret.

Menurut Dokter Rutan Manado, dr Esther Victorina Waleleng, selain dilaksanakan Skiring, dalam menindaklanjuti surat edaran Ditjen Pemasyarakatan dalam memperingati Hari TB Sedunia,  juga melakukan pengambilan spesimen Dahak pada 50 orang WBP serta dilakukan wawancara faktor penyakit TBC, observasi serta pengukuran kualitas lingkungan. ‘’Untuk observasi ini, kami melakukan pengambilan sampel di  empat kamar yang ada di blok besar,’’ ujar Esther.

Pelaksanaan Skrining dilakukan selama tiga hari yang dipusatkan di tempat besukan Rutan  yang dikhususkan kepada besukan dari warga binaan yang datang menjenguk.

Pelaksanaan skrining di Rutan Kelas II A Manado (foto: pscl/kam)

Sementara dr Novita Ngarawan  dari B TKLPP dalam  arahanya kepada 50  warga binaan  yang mengikuti kegiatan kajian  penemuan kasus  dan pemanfaatan pengobatan TBC, lebih banyak menjelaskan mengenai bahaya  dan langkah pencegahan. ‘’TBC itu bisa menular melalui udara, jarum suntik,  juga melaui Dahak dan ciri-ciri orang yang sudah tertular penyakit TBC selama dua minggu tanpa henti.  Sedangkan pengobatannya,  akan diberikan obat, selama enam bulan sampai kuman atau firus itu mati sama sekali,’’ ungkapnya.

TBC itu, tambahnya, adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah. Penderita TBC juga akan merasakan demam, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, nyeri dada, dan berkeringat di malam hari.

Selain tim  dari BTKLPP, turut mendampingi tim,  Eva Tololiu dari Puskesmas Tikala Baru dan Freyti Saroinsong dari Dinas Kesehatan Manado. (*/ymn)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.