Gelar Reses I di Kalasey, Wenny Lumentut Serap Aspirasi Warga

MINAHASA, Goldennews – Wenny Lumentut, SE Legislator dari Dapil Minahasa-Tomohon menggelar Masa Reses I Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara tahun 2019 di Pantai Indah Kalasey, Jumat (5/3/2019) siang.

Saat reses berlangsung, Lumentut yang juga salah satu Pimpinan DPRD Sulut ini mengatakan, waktu reses dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Siapa yang ingin bertanya atau menyampaikan aspirasi silahkan, tapi saya minta tidak ada hubungannya dengan politik,”ujar Lumentut.

Dalam sesi tanya jawab, Maklon Manoppo mengeluhkan kurangnya ketersediaan air bersih di wilayah mereka.

“Memang air bersih sudah ada tapi masih kurang. Air bersih di sini pernah dikelola pemerintah tapi tetap kurang. Jadi, kalau bisa tolong dibantu soal pipa,” tutur Maklon Manoppo.

Selain kurangnya ketersediaan air bersih, warga juga menyorot tentang adanya tambang galian C di wilayah itu.

“Masyarakat resah dengan masalah galian C. Memang sudah ada anggota dewan provinsi yang meninjau tapi disayangkan tidak menyertakan masyarakat Kalasey,” ujar Hukum Tua Kalasey I, Lely Tonggari.

Menanggapi semua aspirasi warga tersebut, Wenny Lumentut mengusulkan agar masyarakat membuat proposal dan akan ditindaklanjuti.

“Buat proposal akan ditindaklanjuti kepada bapak gubernur,” ucap Lumentut.

Lumentut juga memastikan bahwa pariwisata di area Kalasey akan maju pesat.

“Desa Kalasey akan berkembang pesat sehubungan dengan pariwisata. Sektor pariwisata akan digenjot oleh gubernur. Akan dibangun hotel-hotel yang bisa mendatangkan pengunjung dan turis yang tentunya bisa menambah pendapatan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sini,”kata Lumentut.

Sementara itu, untuk usulan pembangunan Pos Polisi di Desa Kalasey Lumentut pun menghimbau agar disiapkan proposal.

“Kumtua buat proposal dan dimasukkan, saya akan mengawal langsung hingga ke Polda. Saya akan minta pak Kapolda untuk survei tempat,”ujar Politisi Gerindra ini.

Wenny Lumentut juga akan membantu pembangunan Balai Desa berupa bahan bangunan yakni 300 sak semen. (***/RK)

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.