Pansus Pengelolaan Sampah bahas ranperda bersama eksekutif

Manado – Panita Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengelolaan Sampah DPRD Kota Manado kian serius persoalan sampah di Kota Doa ini.

Bertempat di ruangan Komisi I DPRD Manado, pansus pengolahan sampah bersama camat se-Kota Manado dan dinas terkait melakukan pembahasan, Senin (6/5/2019).

Dalam pembahasan yang dipimpin Ketua Pansus ranperda pengolahan sampah, Mona Kloer, menilai penanganan sampah di Kecamatan belum efektif. Untuk itu dirinya mengatakan, selanjutnya soal sampah akan aman, karena sudah di akomodir dinas terkait.

Namun, ada beberapa persoalan sampah di Kota Manado yang mengakibatkan sulit untuk ditangani. Seperti, relokasi TPA yang ditawarkan dalam pembahasan belum bisa direalisasikan karena ada TPS regional di Wori belum berjalan.

“Jadi kita menawarkan kepada pansus untuk proses perubahan pengolahan sampah di TPA. Dari open dumping jadi sanitary land. Jadi pada prinsipnya masih sama. Jadi kalau itu digunakan, kita yakin bisa mengurangi volume sampah di Manado,” kata Mona Kloer yang turut didampingi Sekretaris Pansus Ronny Makawata, Anggota, Vanda Pinontoan, Michael Kalonio, dan Yanen Lasug.

Selain itu, ada beberapa point yang diubah maupun ditambahkan pansus dalam ranperda tersebut. Diantaranya, Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) akan lebih diberlakukan maksimal. Termasuk, bak sampah yang belum efisien akan segera dijalankan oleh pemerintah kota Manado.

Hal tersebut dinilai perlu dilakukan. Apalagi, pengolahan sampah, tempat pembuangan airnya masih mengunakan sistem open dumping yang lahan kosong dijadikan penampungan.

“Sedangkan fenomena saat ini, pasca banjir bandang 2014 volume sampah meningkat 1.000 ton perhari. Dan per 2018 volume sampah berkurang, tinggal 400 ton perhari. Sehingga ini yang digenjot pansus,” ujarnya.(leka)

Author: Leriando Kambey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.