Pansus DPRD Manado Sidak TPA Sumompo

Manado – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengelolaan Sampah mengecek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo lewat kegiatan turun lapangan (Turlap), Rabu (8/5/2019).

Turlap yang dipimpin Ketua Pansus, Mona Kloer, didampingi anggota, Vanda Pinontoan, Jonas Makawata, Janen Lasug, dan Fanny Mantali banyak menemukan kondisi yang tak wajar di sekitar TPA.

Disana ada banyak eksavator rusak. Bahkan pembuangan sampah sudah masuk ke lahan warga. Hal itu pun sudah dikeluhkan dari pemilik tanah, Benny Langi dan Morin Tamasolen.

Selain itu, lingkungan warga sekitar TPA sudah sangat tercemar. Hal itu bisa dilihat dari air Lindi yang mengalir di selokan. Diantaranya ada sumur sudah berubah warna kehitaman, walaupun masih ada yang terlihat jernih.

Disamping itu, lahan 2 hektar di samping TPA belum bisa difungsikan seutuhnya karena akses jalan ditumpukkan sampah tidak ada.

Pun, ekskavator hanya ada satu sehingga sulit untuk menghantarkan sampah ke tahap akhir. Padahal, lahan tersebut berdasarkan informasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa menampung sampah 3-5 tahun.

“Bank sampah di kecamatan juga belum berjalan secara efektif, padahal sudah ada anggaran yang ditata. Sehingga itu masih jauh dari nilai ekonomis, jadi belum bisa membantu masyarakat secara keseluruhan. Karena pembelian sangat minim (Rp 1.000 per kilogram sampah plastik) dan belum tersedia pabrik pengolahan sampah di Manado,” kata Mona Kloer.

Sepakat dengan Mona Kloer, Pinkan Nuah pun mendesak pemerintah supaya Bank Sampah diadakan disetiap kelurahan supaya seluruh sampah bisa terjangkau.

“Diharapkan pemerintah serius dalam menangani masalah sampah ini. Karena tidak semua kelurahan ada Bank sampah. Dan untuk produsen minuman mesti bertanggung jawab akan limbah plastiknya,” ujarnya.

Sementara, Fanny Mantali menjelaskan, pansus pengelolaan sampah akan sulit berjalan apabila tanpa ditunjang dengan fasilitas alat berat (ekskavator).

“Karena untuk saat ini, soal sampah kita konsentrasi di TPA Sumompo,” terangnya.

Sekretaris DLH Manado, Welliam Wongkar pun mengakui di TPA tinggal satu eksavator dan satu buldozer. “Jadi kalau 1 eksavator mogok kita tidak lagi bisa mengatur sampah di TPA. Karena itu perlu ada cadangan eksavator. Jika itu lebih pasti lebih ditata dengan baik. Untuk itu saya harap Pansus bisa mengerti situasi dan kondisi di lapangan,” katanya. (liputan khusus)

Author: Leriando Kambey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.