Ismail Dahab Bantah Tudingan Pelanggaran Pemilu Yang Dialamatkan Ke Cherish Hariette

MANADO, Goldennews – Dugaan pelanggaran pemilu yang sifatnya terstruktur dan sistematif yang dilakukan calon anggota DPD RI nomor urut 21 Cherish Hariette Mokoagow (CHM) yang dituding oleh calon anggota DPD lainnya, ditepis pihak Cherish.

Ismail Dahab yang adalah saksi dari CHM, ketika dikonfirmasi dirinya mengatakan bahwa terkait dengan semua dugaan itu, menurutnya hanyalah opini yang dilemparkan pada saat rapat pleno.

“Tentu Cherish, pertama mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara yang telah mempercayakan Cherish sebagai calon anggota DPD, sebagai peraih suara terbanyak yakni 180 ribu sekian. Terkait dengan dugaan-dugaan itu, menurut kami itu semua opini yang dilemparkan pada saat rapat pleno. Harusnya, jauh hari sebelumnya ketika ada dugaan itu harusnya dilaporkan pada saat itu juga, pada saat ada temuan,” kata Ismail disela kegiatan Pleno KPU Sulut di Sintesa Peninsula Hotel, Sabtu (11/5/2019).

Terkait dengan dugaan keterlibatan PNS, Ismail menegaskan bahwa sama sekali Cherish tidak pernah berkomunikasi dan berhubungan dengan PNS.

“Kalaupun ada PNS yang berpihak, ya tentu ada Bawaslu. Sudah sebagian besarnya sudah ditindak, akan diberikan sangsi. Tetapi itu, sama sekali tidak ada perintah atau arahan dari pemerintah kabupaten Bolmong,” tegas Ismail.

Seluruh hal yang dilakukan Cherish selama ini, diterangkan Ismail bahwa tidak ada kaitannya dengan PNS.

“Kalau dilakukan PSU lagi, kami yakin suara Cherish melebihi 100 ribu di Bolmong. Kami meyakini itu. Karena memang hal yang didapat Cherish adalah bagian dari kerja-kerja dia selama ini. Dia betul bagian dari keluarga pejabat Bupati, tetapi dia sadar, dia hanya modal itu tidak cukup. Sama dengan keluarga-keluarga pejabat yang lain yang maju,” terang Ismail.

Lanjut Ismail,”Keterlibatan Ibu Bupati bahwa dia menggunakan kekuasaan, itu tidak ada. Itu kami bantah. Cherish mendapatkan 180 ribu ini, tidak hanya duduk dilobi hotel, foto dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh politik, tokoh nasional, lalu kemudian mengatakan pilih yang layak,” tukasnya. (Ein)

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.