DPRD Manado dengar keluhan kecamatan soal sulitnya mengumpulkan PAD retrubusi kebersihan

Manado – Lembaga DPRD Kota Manado dalam hal ini Komisi I yang membidangi pemerintahan menggelar rapat dengar endapat bersama pemerintah kecamatan.

Dijelaskan ketua Komisi I, Royke Anter bahwa, pertemuan ini untuk mempertanyakan sejauh mana capaian dari target PAD lewat retribusi kebersihan Tahun 2019 pada triwulan kedua dan kesiapan melaksanakan pemerintah pusat.

Pada kesempatan pertama, Kepala pengelolaan kebersihan Kecamatan Singkil, Iskndar Polontalo menerangkan, PAD berdasarkan retribusi kebersihan ditargetkan 1 miliar 70 juta pada Tahun 2019.

“Sesuai laporan hingga triwulan kedua ini baru kurang lebih 210 juta. Banyak hambatan untuk memenuhi target diantaranya Perda baru terkait jasa umum. Sosialisi sangat kurang karena terkendala kegiatan pemilu. Kesulitan juga menagih ke pihak usaha yang berdalih sudah membayar fiskal pertahun. Kelemahan lainnya adalah penegakkan sanksi kepada warga yang tidak membayar retribusi kebersihan,” kata Polontalo.

Sementara itu, Alfrits Lontoh, Kesie kebersihan Kecamatan Mapanget mengatakan, untuk target PAD berdasarkan retribusi kebersihan pada 2019 berjumlah 2,7 miliar.

“Persoalannya banyak perumahan tapi tidak seluruhnya berpenghuni. Sehingga agak berat memang memenuhi target. Hingga triwuln kedua ini baru mencapai 190 juta. Kendala lainnya, pemilik usaha mengaku sudah membayar fiskal. Jadi yang hanya bisa kami tagih masyarakat non pengusaha,” tutur Lontoh.

Menanggapi penjelasan sejumlah perwakilan, Anter menegaskan satu hal terkait hambatan penagihan retribusi sampah kepada pihak pengusaha yang beralasan terkendala karena sudah membayar fiskal.

“Untuk tempat usaha yang tidak ditinggali memang sudah bayar fiskal. Tapi seperti Ruko, tempat usaha yng ditinggali pemilik, itu wajib membayar retribusi sampah rumah tangga. Fiskal hanya untuk tempat usaha yang tidak berpenghuni atau pemilik tidak tinggal disitu,” seru Anter.

Ia pun menghimbau kepada seluruh pemerintah kecamatan untuk lebih intens melakukan sosialisasi Perda kebersihan, guna meningkatkam kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan dan turut berperan aktif membayar retribusi.

“Untuk solusi masalah yang disampaikan perlu lebih aktif lagi melakukan sosialisasi. Dan penting juga memberikan pemahaman kepada masyarakat soal retribusi kebersihan. Saya juga menghimbau kepad masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan wilayah tempat tinggal dan membantu pemerintah meningkatkan PAD melalui retribusi kebersihan,” imbaunya.

Sejumlah anggota dewan yang turut adir dalam pertemuan itu diantaranya, Mona Kloer, Sjarifudin Saafa, Hanny Polii dan Hamdan Paneo, serta utusan kecamatan yang didominasi para Kasie kebersihan. (LeKa)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.