Sidang Gugatan Class Action Alma Sea Semakin Jelas, Cara Kerja Mafia Tanah Mulai ‘Tercium’

Sambouw : Dari bukti-bukti yang ada semakin memperjelas bagaimana cara kerja mafia tanah merampas, membongkar dan merapok ‘kawasan lindung hutan mata air kolongan’.

GoldenNews.co.id – Manado, Lanjutan sidang Gugatan Class Action Aliansi Masyarakat (Alma) Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa Atas Pengrusakan Ekosistem ‘Hutan Mata Air Kolongan’ di Pengadilan Negeri (PN) Manado semakin seru dan jelas duduk permasalahan yang menjadi pokok sengketa. Kamis (2/6/22).

Pada sidang sebelumnya sempat mengalami penundaan dikarenakan beberapa Majelis Hakim berhalangan. Namun kali ini Bukti surat yang diminta majelis hakim sudah diberikan oleh para tergugat, dan juga ada beberapa bukti tambahan dari pihak penggugat yang dimasukkan pada sidang ke-13.

Ketua majelis hakim Alif Usup mengatakan untuk agenda sidang hari Ini pemasukan semua bukti surat yang di miliki para penggugat dan tergugat, sudah di terima dan dokumen asli.

“Untuk agenda sidang kali ini semuanya sudah memasukkan bukti surat dan dokumen yang di minta majelis hakim, baik dari pihak penggugat maupun pihak tergugat. Untuk sidang berikutnya akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 10 Juni 2022 dengan agenda sidang lokasi sengketa, jadi dimohonkan agar dari pihak penggugat dan tergugat untuk hadir dalam sidang lokasi yang akan dilaksanakan pukul 08:30 Wita,” katanya.

Disisi lain Ketua Tim Kuas Hukum Alma Sea Noch Sambouw menyampaikan terima kasih kepada tergugat III dan IV karena sudah memasukkan dokumen asli yang mana Copyan dokumen tersebut sudah terlebih dahulu di masukan oleh kami sebagai penggugat.

“Ya, saat ini sudah masuk sidang ke-13 atas gugatan Class Action pengrusakan Ekosistem kawasan lindung hutan mata air kolongan yang sudah masuk dalam tahap pembuktian surat-surat. Kami berterima kasih kepada tergugat III dan IV karena sudah memasukkan dokumen asli dimana fotocopy dari dokumen tersebut sudah kami masukkan pada persidangan sebelumnya sebagai salah satu bukti, disni sudah semakin jelas apa dan dimana lokasi yang disengketakan. Dengan demikian bukti yang kami masukkan sudah setara dengan aslinya karena dokumen asli sudah dimasukkan oleh tergugat III dan IV,” Katanya.

“Karena ini sudah kami prediksikan. Jadi, apa yang kami dalilkan sesuai dengan isi gugatan. Kemungkinan besar masih ada bukti tambahan yang akan mereka masukkan atau kalau tidak dimasukan maka kami yang akan memasukkan lagi bukti tambahan karena waktu pemasukan bukti sampai pada tahapan kesimpulan,” bebernya.

Sambouw yakin dengan bukti yang dimasukan pada sidang ke-13 sudah semakin memperjelas arah persidangan. Ia menegaskan, bukti kuat ini akan membongkar bahwa benar-benar ada persekongkolan para mafia.

“Saya bisa pastikan disini jelas-jelas peran dari mafia tidak mungkin masyarakat biasa itu tidak akan terjadi. Contohnya saja tadi buktinya sudah masuk kepada majelis hakim disitu telah terindikasi ada surat yang ditandatangani palsu dan sudah pernah dilaporkan ke Polda Sulut namun sampai saat ini hingga pelapor meninggal tidak ada tindak lanjut atau terkatung-katung,” tegasnya.

Perlu diketahui pembangunan perumahan bersubsidi Sea Griya Lestari 5 masih terus berjalan meski yang menjadi objek sengketa sedang berproses di pengadilan.

(Fransisca Salu)

Author: Tim redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.